SIBERMEDIA. ID, Muna-Masyarakat Desa Parida Kecamatan Lasalepa Kabupaten Muna (Sultra) merasa miris dan sangat marah atas pelayanan Pangkalan Minyak tanah sebab masyarakat masih banyak mengantri dibawah terik sinar matahari tiba antri pelayanan pengisian minyak tanah sudah habis.
“Kita sudah mengantri dari pagi sekarang sudah jam setengah 10 pelayanan pengisian minyak tanah sampaikan sudah habis padahal di dalam Pangkalan masih ada 4 drum, ini ada apa dengan Pangkalan ini,” Kata salah satu warga Parida yang tidak ingin disebut indentitasnya. Sabtu, 27 Juni 2026.
Pantauan wartawan ini, sekitar puluhan masyarakat Desa Parida berdiri maupun duduk didepan Pangkalan untuk menunggu antrian sambil memegang jergen ukuran 5 liter.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita tutup dulu ini Pangkalan, percuma ada Pangkalan baru tidak dilayani untuk kebutuhan masyarakat, kemudian yang 4 drum yang masih tersimpan didalam itu pemilik Pangkalan mau dia bawah kemana sementara masyarakat di Parida belum dapat semua,” kesalnya.
Sementara itu, Pelayan pengisian minyak tanah Pangkalan Parida, La Simai mengatakan bahwa 4 drum yang masih tersimpan itu diminta simpan sama pemilik Pangkalan.
“Kita belum dilayani karena katanya pemilik Pangkalan disuruh simpan 4 drum itu,” katanya.
Sementara itu, setelah dia komunikasi dengan pemilik Pangkalan bahwa pelayanan akan dibuka kembali.
“Katanya pemilik Pangkalan masih bisa dilayani karena, pemilik Pangkalan sudah dengar sendiri masyarakat sudah ribut,” ucapnya.
Sementara itu, masyarakat yang telah kesal dengan pelayanan Pangkalan minyak tanah Parida melakukan penyegelan dengan tujuan agar pelayanan lebih baik dan minyak tanah diutamakan masyarakat setempat.










