Miris Minyak Tanah Di Pangkalan Parida Masih Ada 4 Drum, Pemilik Pangkalan Larang Jual Padahal Masyarakat Masih Mengantri

Sabtu, 27 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Desa Parida Kecamatan Lasalepa Kabupaten Muna mengantri minyak tanah namun tidak dilayani. (Foto:Iman)

Warga Desa Parida Kecamatan Lasalepa Kabupaten Muna mengantri minyak tanah namun tidak dilayani. (Foto:Iman)

SIBERMEDIA. ID, Muna-Masyarakat Desa Parida Kecamatan Lasalepa Kabupaten Muna (Sultra) merasa miris dan sangat marah atas pelayanan Pangkalan Minyak tanah sebab masyarakat masih banyak mengantri dibawah terik sinar matahari tiba antri pelayanan pengisian minyak tanah sudah habis.

“Kita sudah mengantri dari pagi sekarang sudah jam setengah 10 pelayanan pengisian minyak tanah sampaikan sudah habis padahal di dalam Pangkalan masih ada 4 drum, ini ada apa dengan Pangkalan ini,” Kata salah satu warga Parida yang tidak ingin disebut indentitasnya. Sabtu, 27 Juni 2026.

Baca Juga :  Ketua DPRD Muna Terima Aspirasi Warga Tapi-tapi, RDP Dugaan Korupsi Dana Desa Segera Di Gelar

Pantauan wartawan ini, sekitar puluhan masyarakat Desa Parida berdiri maupun duduk didepan Pangkalan untuk menunggu antrian sambil memegang jergen ukuran 5 liter.

“Kita tutup dulu ini Pangkalan, percuma ada Pangkalan baru tidak dilayani untuk kebutuhan masyarakat, kemudian yang 4 drum yang masih tersimpan didalam itu pemilik Pangkalan mau dia bawah kemana sementara masyarakat di Parida belum dapat semua,” kesalnya.

Sementara itu, Pelayan pengisian minyak tanah Pangkalan Parida, La Simai mengatakan bahwa 4 drum yang masih tersimpan itu diminta simpan sama pemilik Pangkalan.

Baca Juga :  Polda Sultra Ungkap Alasan Penahanan Tiga Warga Routa dalam Kasus Demo Isu Kriminalisasi

“Kita belum dilayani karena katanya pemilik Pangkalan disuruh simpan 4 drum itu,” katanya.

Sementara itu, setelah dia komunikasi dengan pemilik Pangkalan bahwa pelayanan akan dibuka kembali.

“Katanya pemilik Pangkalan masih bisa dilayani karena, pemilik Pangkalan sudah dengar sendiri masyarakat sudah ribut,” ucapnya.

Sementara itu, masyarakat yang telah kesal dengan pelayanan Pangkalan minyak tanah Parida melakukan penyegelan dengan tujuan agar pelayanan lebih baik dan minyak tanah diutamakan masyarakat setempat.

Berita Terkait

Rumah BUMN PLN Muna Gelar Pelatihan Sertifikasi HKI, Dorong UMKM Lindungi Merek Usaha
Lahan 60 Hektare Yang Di sertifikatkan Pemda Muna Tahun 2018 Tanpa Ada Sosialisasi Dengan Penguasa Lahan Sejak Tahun 1997, Ini Respon Keras Aleg DPRD Muna
Rumah BUMN PLN Muna libatkan UMKM di Gebyar Bazar HUT Kabupaten Muna
Selama 4 Bulan Gaji ASN P3K PW Di Muna Akan Dibayarkan Dengan Nominal Per Bulan Rp 300.000
HUT RI ke-81, DPD PAN Muna Anjangsana ke Panti Asuhan Al-Ihlas, Bagikan Sembako
Ketua DPR Muna Terima Aspirasi P3K Paruh Waktu Setelah Muna Mendapat Dana Transfer Senilai 137 Milyar
Anggota DPR RI, Ir. H. Ridwan Bae Reses di Muna Serap Aspirasi Hingga Sampaikan Bupati Muna Tidak Boleh Diam Apalagi Katakan Tidak Ada Uang
UMKM Binaan Rumah BUMN PLN Muna Ikuti Pelatihan Legalitas BPOM

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:55

Rumah BUMN PLN Muna Gelar Pelatihan Sertifikasi HKI, Dorong UMKM Lindungi Merek Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:13

Lahan 60 Hektare Yang Di sertifikatkan Pemda Muna Tahun 2018 Tanpa Ada Sosialisasi Dengan Penguasa Lahan Sejak Tahun 1997, Ini Respon Keras Aleg DPRD Muna

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:16

Rumah BUMN PLN Muna libatkan UMKM di Gebyar Bazar HUT Kabupaten Muna

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:34

Selama 4 Bulan Gaji ASN P3K PW Di Muna Akan Dibayarkan Dengan Nominal Per Bulan Rp 300.000

Minggu, 16 Agustus 2026 - 22:07

HUT RI ke-81, DPD PAN Muna Anjangsana ke Panti Asuhan Al-Ihlas, Bagikan Sembako

Berita Terbaru