Kerukunan Tani Warangga Watoputeh (KTWW) Menolak Keras Pembangunan Batalion Sugimanuru Di Muna

Kamis, 1 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu tokoh Pemudah Watopute yang tergabung dalam Kerukunan Tani Warangga Watoputeh (KTWW), Rian Lakilaponto (Foto:Iman Supa)

Salah satu tokoh Pemudah Watopute yang tergabung dalam Kerukunan Tani Warangga Watoputeh (KTWW), Rian Lakilaponto (Foto:Iman Supa)

SIBERMEDIA,ID, MUNA- Puluhan masyarakat Muna yang tergabung dalam Kerukunan Tani Warangga Watoputeh (KTWW) mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Muna menyuarakan aspirasi dalam penolakan keras terhadap pembangunan Batalion.

Pembangunan Markas Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di Kabupaten Muna dipusatkan di kawasan Hutan Warangga dengan persetujuan Menteri Kehutanan seluas sekitar 46 hingga 50 hektar membuat sejumlah anggota DPRD Muna dari beberapa fraksi mempertanyakan siapa yang mengusulkan lokasi Warangga.

Salah satu tokoh pemuda dari Kecamatan Watoputeh Rian Lakilaponto dalam orasinya menyampaikan bahwa Lahan Warangga yang telah ditempati hingga dikebuni puluhan tahun merasa kecewa lahan Warangga diusulkan untuk pembangunan Batalion.

Baca Juga :  Fakultas Hukum Universitas Karya Persada Muna Memberangkatkan Mahasiswa Ikut PKL Di Instansi Penegak Hukum

“Warangga kebun bukan hutan, secara tegas kami sampaikan menolak bangunan batalion di Warangga, para orang tua kami telah puluhan tahun menempati lahan Warangga hingga telah memiliki sertifikat,” tegasnya.

Rian menyebut Pasal 33 ayat (3) Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 berbunyi Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan diperuntukkan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

“Yang terjadi di Muna ada penindasan lahan masyarakat yang sudah bersertifikat maupun belum ada sertifikat namun mau dibangunkan Batalion,” sambungnya.

Sementara itu, Koordinator Aksi Nur Aduk menambahkan bahwa pembangunan Batalion agar dialihkan ditempatkan lain sebab dilahan Warangga yang telah dikuasai warga setempat.

Baca Juga :  Dosen UIMSYA Raih Research Grant Bank Indonesia 2026 Lewat Kolaborasi Riset Tiga Kampus

“Dalam peta peruntukan pembangunan Batalion yang terkena lahan masyarakat yang sudah disertifikatkan sekitar 33 lahan maupun ada sekitar 600 pemilik lahan yang sudah dikuasai hingga puluhan tahun, atas pembangunan Batalion ini kami menolak dan menyarankan untuk pindah lokasi lain yang tidak bersentuhan dengan masyarakat, apalagi lahan Warangga sebagai sumber pangan untuk Kabupaten Muna,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Kalau pembangunan Batalion ini tetap dibangun di Warangga akan menjadi konflik besar sehingga mengharapkan agar DPRD Muna mendengarkan keluhan masyarakat.

 

 

Berita Terkait

Ridwan Bae Sindir Gubernur ASR dan Bupati Di Sultra “Jangan Hanya Tidur-Tidur Di Meja Namun Turun Melihat Masyarakat”
Diisukan Tampil Sebagai Calon Bupati Muna, Wa Ode Rabia Tegaskan Tunjukkan Kerja Nyata Di DPD RI
3 Rumah Di Watonea Muna Dilalap Si jago Merah, Mobil dan Motor maupun Berkas Penting Tidak Terselamatkan
Kasir FIFGROUP Raha Diduga Gelapkan Uang Nasabah Puluhan Juta Dengan Modus Beri Kwitansi Palsu
Gelar Operasi Patuh Anoa 2026, Kasat Lantas Polres Muna Lebih Memberikan Edukasi Ketimbang Penindakan Tilang
Duka Menyelimuti Keluarga H. Ruksamin, Muhammad Radja Bintang Rukusala Berpulang di Usia 21 Tahun
Anggota DPR RI Ridwan Bae Bersama Sekjen Transmigrasi RI Mendukung Program Trans Marine Bupati Buteng, Tahun 2027 Mulai Dianggarkan
KP3I Kecam Dugaan Penyiksaan dan TPPO di Kapal KM Maulana 23, Desak Penegakan Hukum dan Reformasi Tata Kelola ABK Perikanan

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:45

Ridwan Bae Sindir Gubernur ASR dan Bupati Di Sultra “Jangan Hanya Tidur-Tidur Di Meja Namun Turun Melihat Masyarakat”

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:16

Diisukan Tampil Sebagai Calon Bupati Muna, Wa Ode Rabia Tegaskan Tunjukkan Kerja Nyata Di DPD RI

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:49

3 Rumah Di Watonea Muna Dilalap Si jago Merah, Mobil dan Motor maupun Berkas Penting Tidak Terselamatkan

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:22

Kasir FIFGROUP Raha Diduga Gelapkan Uang Nasabah Puluhan Juta Dengan Modus Beri Kwitansi Palsu

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:45

Gelar Operasi Patuh Anoa 2026, Kasat Lantas Polres Muna Lebih Memberikan Edukasi Ketimbang Penindakan Tilang

Berita Terbaru