SIBERMEDIA.ID,JAKARTA-Kabar duka menyelimuti keluarga besar H. Ruksamin dan Hj. Nurponirah. Putra tercinta mereka, Muhammad Radja Bintang Rukusala bin H. Ruksamin, berpulang ke rahmatullah pada Senin, 19 Oktober 2026, pukul 03.00 WIB, di Rumah Sakit Dharmais, Jakarta, dalam usia 21 tahun.
Kepergiannya menjadi kehilangan mendalam bagi keluarga, sahabat, dan orang-orang yang selama ini mengenal sosoknya. Di usia yang masih begitu muda, ketika perjalanan hidup dan cita-cita masih terbentang panjang, Muhammad Radja Bintang Rukusala harus mengakhiri perjalanannya di dunia.
Almarhum lahir di Kendari, 4 Juni 2005. Ia merupakan anak kedua dari empat bersaudara, buah hati pasangan H. Ruksamin dan Hj. Nurponirah.
Semasa hidupnya, almarhum dikenal sebagai pribadi yang baik, disiplin, dan memiliki kasih sayang tulus kepada keluarga serta orang-orang di sekitarnya. Bagi mereka yang mengenalnya, kehadirannya bukan sekadar bagian dari kebersamaan, melainkan juga kenangan tentang kebaikan, perhatian, dan ketulusan yang sulit dilupakan.
Kini, kenangan itulah yang akan tetap tinggal ketika sosoknya tak lagi dapat dijumpai. Ada kebersamaan yang tak mungkin diulang, ada kerinduan yang kelak tumbuh dalam diam, dan ada doa yang akan terus dipanjatkan oleh orang-orang yang menyayanginya.
Perjalanan Pendidikan dan Cita-Cita
Perjalanan pendidikan Muhammad Radja Bintang Rukusala dimulai di SD Negeri 2 Unaaha, yang diselesaikannya pada 2017. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Unaaha hingga lulus pada 2020.
Setelah itu, almarhum menempuh pendidikan menengah atas di Insan Cendekia Madani, Tangerang Selatan, dan menyelesaikannya pada 2024. Perjalanan akademiknya berlanjut ke Universitas Hasanuddin, Makassar, sebagai bagian dari upayanya menuntut ilmu dan meraih masa depan.
Jejak pendidikan tersebut menjadi bagian dari perjalanan hidup seorang anak yang tengah menapaki masa depan. Namun, takdir berkata lain. Perjalanan yang semestinya masih panjang itu kini telah berakhir, meninggalkan duka sekaligus kenangan bagi keluarga yang mencintainya.
Bagi keluarga, kehilangan seorang anak bukanlah perkara mudah untuk diterima. Ada harapan yang pernah dirajut, masa depan yang dibayangkan, serta begitu banyak momen sederhana yang kini memiliki arti jauh lebih dalam.
Di tengah duka itu, kebaikan dan kasih sayang almarhum akan tetap menjadi bagian dari kehidupan mereka yang ditinggalkan. Sebab, kepergian seseorang tidak serta-merta menghapus jejak yang telah ditorehkan dalam hati orang lain.
Doa yang Mengiringi Kepergian
Kepergian Muhammad Radja Bintang Rukusala menjadi pengingat bahwa kehidupan merupakan titipan Allah SWT. Setiap manusia memiliki perjalanan dan waktunya masing-masing, hingga pada akhirnya kembali kepada Sang Pencipta.
Dalam suasana kehilangan yang mendalam, doa menjadi ungkapan kasih yang tak terputus. Ketika perjumpaan di dunia telah berakhir, doa dan kenangan menjadi penghubung antara mereka yang masih melanjutkan kehidupan dan seseorang yang telah berpulang.
Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala khilaf dan dosanya, melapangkan alam kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.
Kepada keluarga besar H. Ruksamin dan Hj. Nurponirah, semoga Allah SWT melimpahkan kekuatan, kesabaran, keikhlasan, dan ketabahan dalam menghadapi kehilangan yang begitu berat ini.
Selamat jalan, Muhammad Radja Bintang Rukusala.
Usiamu mungkin baru 21 tahun, tetapi kenangan tentangmu akan tetap hidup dalam hati orang-orang yang menyayangimu. Semoga segala kebaikan yang pernah engkau berikan menjadi amal yang terus dikenang, dan doa-doa yang dipanjatkan untukmu senantiasa mengiringi perjalananmu kembali kepada Allah SWT.
Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.
Sesungguhnya kita milik Allah dan kepada-Nya kita akan kembali.
Al-Fatihah.











