Warga BTN Sangia Nibandera Keluhkan Banjir Lumpur Diduga Dampak Land Clearing Sekolah Rakyat

- Jurnalis

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SIBERMEDIA.ID, KOLAKA – Aktivitas land clearing atau pengupasan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Desa Tikonu, Kecamatan Wundulako, Kabupaten Kolaka, diduga menyebabkan banjir lumpur yang merendam sejumlah rumah warga di BTN Sangia Nibandera, Desa Tikonu.

Salah seorang warga BTN Sangia Nibandera, Nur, mengaku baru pertama kali mengalami banjir lumpur sejak menempati perumahan tersebut sekitar lima tahun lalu.

Menurut dia, kondisi itu mulai terjadi setelah adanya aktivitas pengupasan tanah di kawasan perbukitan yang akan dijadikan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat.

“Selama kami tinggal di sini, baru kali ini terjadi banjir lumpur. Kami berharap aktivitas pengupasan tanah sementara dihentikan dan dibuat saluran pengendalian agar lumpur tidak masuk ke pemukiman warga,” ujarnya.

Nur menilai pembangunan seharusnya tidak merugikan masyarakat sekitar. “Apa artinya pembangunan kalau harus mengorbankan masyarakat,” katanya.

Baca Juga :  DPRD Muna Buka Blokade Jalan Perbatasan Mantobua-Korihi Bersama Pendemo

Keluhan serupa disampaikan Kepala Desa Tikonu, Sabaruddin. Ia membenarkan adanya erosi lumpur yang mengalir hingga ke kawasan permukiman warga BTN Sangia Nibandera.

Sabaruddin berharap pihak pelaksana dan pengawas proyek menghentikan sementara aktivitas land clearing hingga tim Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) melakukan kajian.

“Masyarakat pada dasarnya mendukung setiap pembangunan yang dilaksanakan pemerintah. Namun, pembangunan juga harus memperhatikan dampaknya terhadap warga,” ujarnya.

Penulis : Redaksi

Follow WhatsApp Channel sibermedia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Anggota DPR RI, Ir. H. Ridwan Bae Reses di Muna Serap Aspirasi Hingga Sampaikan Bupati Muna Tidak Boleh Diam Apalagi Katakan Tidak Ada Uang
UMKM Binaan Rumah BUMN PLN Muna Ikuti Pelatihan Legalitas BPOM
Fakultas Hukum UHO Gelar Penyuluhan Pencegahan KDRT di Konawe Selatan, Tingkatkan Kesadaran Hukum Masyarakat
Pria Ditemukan Meninggal Dunia di Dalam Rumah Terkunci di Lasalepa Muna, Diduga Sudah Meninggal Lebih dari Tiga Hari
FKDSI Matangkan Pelantikan DPP dan Rakernas, Perkuat Konsolidasi Dosen Se-Indonesia
Dirut PDAM Muna Diperiksa Kejari Muna Terkait Penyertaan Modal Senilai 3 Milyar Kini Masuk Tahap Penyelidikan
3 Terdakwa Tipikor Setda Mubar dijatuhi Hukuman 1 Tahun Lebih
La Ode Darwin Sebut Reuni Akbar KKMM Murni Ajang Silaturahmi
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:42 WIB

Anggota DPR RI, Ir. H. Ridwan Bae Reses di Muna Serap Aspirasi Hingga Sampaikan Bupati Muna Tidak Boleh Diam Apalagi Katakan Tidak Ada Uang

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:34 WIB

UMKM Binaan Rumah BUMN PLN Muna Ikuti Pelatihan Legalitas BPOM

Minggu, 12 Juli 2026 - 19:50 WIB

Fakultas Hukum UHO Gelar Penyuluhan Pencegahan KDRT di Konawe Selatan, Tingkatkan Kesadaran Hukum Masyarakat

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:32 WIB

Pria Ditemukan Meninggal Dunia di Dalam Rumah Terkunci di Lasalepa Muna, Diduga Sudah Meninggal Lebih dari Tiga Hari

Sabtu, 4 Juli 2026 - 17:50 WIB

FKDSI Matangkan Pelantikan DPP dan Rakernas, Perkuat Konsolidasi Dosen Se-Indonesia

Berita Terbaru