SIBERMEDIA.ID, JAKARTA – Sekitar 60 pedagang asongan dan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Gelora-Palmerah resmi mendeklarasikan Paguyuban Pedagang Asongan dan Pedagang Kaki Lima Palmerah (PAGAR PALMERAH), Selasa (15/9/2026).
Deklarasi tersebut menjadi momentum bagi para pedagang untuk membangun wadah bersama yang tidak hanya berorientasi pada persatuan, tetapi juga menjadi ruang komunikasi, advokasi dan pemberdayaan ekonomi bagi anggota.
PAGAR PALMERAH dipimpin Ahmad Jayani, S.H. sebagai ketua umum. Kehadiran paguyuban ini diharapkan dapat memperkuat komunikasi antarpedagang sekaligus menjadi jembatan dalam menyampaikan aspirasi dan menghadapi berbagai persoalan yang berkaitan dengan aktivitas perdagangan di lapangan.
Dalam deklarasinya, para pedagang juga menyatakan komitmen untuk menjaga kebersihan, ketertiban dan keamanan di lingkungan tempat mereka beraktivitas.
“Kami para pedagang asongan Kaki lima Gelora-Palmerah akan menjaga kebersihan, ketertiban, dan Keamanan serta tidak akan terprovokasi oleh ajakan aksi anarkis dan merugikan masyarakat di lingkungan DPR RI dan St Palmerah.”
Komitmen tersebut menunjukkan bahwa keberadaan paguyuban tidak hanya diarahkan untuk kepentingan internal anggota, tetapi juga memperhatikan kondisi lingkungan dan kepentingan masyarakat sekitar.
Dari Persatuan Menuju Pemberdayaan
Pembentukan PAGAR PALMERAH juga diarahkan untuk menjawab berbagai persoalan yang selama ini dihadapi pedagang asongan dan PKL, mulai dari akses pembinaan, permodalan, legalitas, penataan lokasi, persaingan usaha, pemanfaatan teknologi hingga komunikasi dengan para pemangku kepentingan.
Dalam Garis-Garis Besar Haluan Organisasi (GBHO) periode 2026–2031, PAGAR PALMERAH menempatkan persatuan, advokasi, gotong royong, amanah dan kepentingan rakyat sebagai dasar organisasi. Visi paguyuban diarahkan pada terbentuknya organisasi pedagang yang bersatu, mandiri, berdaya, bermartabat dan sejahtera.
Karena itu, agenda PAGAR PALMERAH tidak berhenti pada pembentukan organisasi. Sejumlah program telah diarahkan untuk memperkuat basis anggota, termasuk pendataan dan kartu anggota, pembentukan sekretariat, penyediaan ruang penyampaian aspirasi, pelatihan UMKM, digitalisasi usaha, akses permodalan serta pengembangan kemitraan usaha.
Menjaga Lingkungan Tempat Mencari Nafkah
Bagi para pedagang, lingkungan tempat berjualan merupakan bagian penting dari keberlangsungan usaha. Karena itu, kebersihan dan ketertiban menjadi salah satu perhatian dalam arah organisasi.
GBHO PAGAR PALMERAH juga memuat agenda kebersihan, ketertiban dan kepedulian lingkungan, termasuk dorongan terhadap perilaku usaha yang lebih tertib serta kegiatan gotong royong di lingkungan pedagang.
Dengan demikian, keberadaan paguyuban diharapkan tidak menimbulkan jarak dengan masyarakat maupun pihak lain, tetapi justru membuka ruang komunikasi dan kerja sama untuk menciptakan lingkungan yang aman, tertib dan nyaman.
Sembako Warnai Momentum Deklarasi
Selain deklarasi, kegiatan tersebut juga diwarnai dengan pemberian bantuan sembako kepada anggota PAGAR PALMERAH yang hadir.
Pemberian sembako menjadi bagian dari suasana kebersamaan dalam momentum pembentukan paguyuban. Hal ini sejalan dengan perhatian organisasi terhadap aspek sosial dan solidaritas antaranggotanya.
Dalam arah program 2026–2031, PAGAR PALMERAH memang menempatkan bidang sosial dan kesejahteraan sebagai salah satu bagian penting, di samping penguatan organisasi, advokasi, pemberdayaan ekonomi serta kepedulian terhadap lingkungan.
Ke depan, PAGAR PALMERAH membawa lima agenda besar, yakni Pedagang Bersatu, Pedagang Terlindungi, Pedagang Berdaya, Pedagang Naik Kelas dan Pedagang Sejahtera. Kelima agenda tersebut menjadi arah untuk membangun organisasi yang tidak hanya hadir ketika terjadi persoalan, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas dan kesejahteraan anggotanya.
Deklarasi PAGAR PALMERAH dengan demikian menjadi titik awal konsolidasi para pedagang Gelora-Palmerah untuk membangun organisasi yang lebih terarah, sekaligus menjaga hubungan yang baik dengan lingkungan dan masyarakat di sekitar tempat mereka mencari nafkah.











