Sultra 62 tahun: Saatnya Pembangunan Menyinari Semua

- Jurnalis

Minggu, 26 April 2026 - 13:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPD PAN Muna, La Ode. H. Ringa Jhon. (Foto:Istimewa)

Ketua DPD PAN Muna, La Ode. H. Ringa Jhon. (Foto:Istimewa)

Oleh: La Ode H. Ringa Jhon (Ketua DPD PAN Muna)

SIBERMEDIA.ID,MUNA-Setiap tanggal 27 April, kita kembali diingatkan pada perjalanan panjang Sulawesi Tenggara sebagai sebuah daerah yang dianugerahi kekayaan sumber daya dan keberagaman budaya. Di usia ke-62 tahun ini, sudah saatnya kita tidak lagi sekadar berbicara tentang potensi, melainkan memastikan arah pembangunan yang benar-benar berpihak pada rakyat.

Tema “Harmoni Sultra” yang diusung tahun 2026 memiliki makna yang jauh lebih dalam dari sekadar slogan seremonial. Harmoni bukan berarti tanpa perbedaan, melainkan bagaimana kita mengelola perbedaan itu menjadi kekuatan. Dalam konteks pembangunan, harmoni adalah keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keadilan sosial, antara investasi dan perlindungan lingkungan, serta antara kepentingan pusat dan aspirasi daerah.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai Ketua DPD PAN Muna, saya memandang nilai harmoni ini sejalan dengan filosofi yang terkandung dalam lambang Partai Amanat Nasional (matahari putih dengan 32 sinar dalam lingkaran biru). Matahari adalah simbol kehidupan, sumber energi yang memberi cahaya tanpa membeda-bedakan. Ia tidak memilih siapa yang layak disinari. Semua mendapatkan kehangatan yang sama.

Nilai inilah yang seharusnya menjadi ruh pembangunan di Sulawesi Tenggara.

Tiga puluh dua sinar yang memancar dari matahari tersebut melambangkan semangat untuk menerangi seluruh penjuru, tanpa terkecuali. Ini adalah simbol inklusivitas, bahwa pembangunan tidak boleh hanya terpusat di wilayah tertentu atau dinikmati oleh kelompok tertentu saja. Ia harus menjangkau pulau-pulau, desa-desa, hingga masyarakat paling kecil yang selama ini sering terabaikan.

Baca Juga :  Kolang-Kaling, Kowala Muna, dan Jalan Panjang Menuju Kedaulatan Ekonomi Lokal

Dalam konteks Sultra hari ini, filosofi ini menjadi sangat relevan.

Kita melihat geliat pembangunan yang semakin nyata. Infrastruktur berkembang, investasi masuk, dan daerah ini mulai diperhitungkan secara nasional. Namun kita juga harus jujur bahwa cahaya pembangunan itu belum sepenuhnya merata. Masih ada wilayah kepulauan seperti Muna dan daerah lainnya yang membutuhkan perhatian lebih serius, agar tidak tertinggal dalam arus besar kemajuan.

Di sinilah makna refleksi menjadi penting.

Simbol-simbol dalam logo HUT ke-62 Sultra bukan sekadar hiasan visual, melainkan pesan moral yang kuat. Ombak mengajarkan bahwa perubahan adalah keniscayaan, tetapi perubahan harus diarahkan. Pemerintah harus menjadi nahkoda yang memastikan arus pembangunan tidak meninggalkan siapa pun di belakang.

Motif tenun mengingatkan kita pada identitas. Bahwa modernisasi tidak boleh mencabut akar budaya. Kita boleh tumbuh secara ekonomi, tetapi nilai lokal harus tetap menjadi pijakan.

Penari yang luwes menggambarkan kemampuan masyarakat untuk beradaptasi. Namun adaptasi harus disertai dengan keberanian untuk bersuara. Rakyat harus dilibatkan, bukan hanya menjadi objek pembangunan.

Anoa, sebagai simbol yang paling jujur, mengingatkan kita pada kelompok yang rentan. Mereka yang sering kali tidak terdengar dalam hiruk pikuk pembangunan. Jika kita kembali pada filosofi matahari PAN, maka justru merekalah yang harus pertama kali merasakan kehangatan dan cahaya itu.

Pembangunan yang baik bukan yang paling terang di pusat, tetapi yang mampu menerangi hingga ke pinggiran.

Padi merunduk, di sisi lain, adalah pengingat bagi kita semua, terutama para pemegang kekuasaan, bahwa semakin tinggi posisi, semakin besar tanggung jawab untuk merendah. Matahari pun, meski tinggi di langit, tetap memberi manfaat tanpa kesombongan.

Baca Juga :  Nol Rupiah dari Sutami, Rp 15,2 Miliar di Stadion Muna

Di usia ke-62 ini, kita harus berani bertanya dengan jujur, apakah cahaya pembangunan sudah benar-benar menyinari seluruh wilayah Sulawesi Tenggara? Apakah masyarakat lokal telah menjadi bagian dari rantai ekonomi? Apakah lingkungan tetap kita jaga sebagai sumber kehidupan bersama?

Pertanyaan-pertanyaan ini penting agar kita tidak terjebak dalam euforia pertumbuhan semata.

Sebagai bagian dari Partai Amanat Nasional, saya percaya bahwa harmoni hanya bisa terwujud jika keadilan menjadi dasar utama. Dan keadilan hanya bisa hadir jika ada keberanian untuk memastikan bahwa tidak ada satu pun rakyat yang tertinggal dari proses pembangunan.

Sulawesi Tenggara memiliki semua syarat untuk menjadi daerah yang maju dan berdaya saing. Namun kemajuan itu harus seperti matahari, memberi manfaat bagi semua, tanpa kecuali. Tidak menyilaukan sebagian, tetapi menghangatkan seluruhnya.

Momentum HUT ke-62 ini harus menjadi pengingat bahwa pembangunan bukan hanya tentang pertumbuhan angka, tetapi tentang pemerataan manfaat. Bukan tentang siapa yang paling cepat maju, tetapi siapa yang paling banyak merasakan hasilnya.

Harmoni bukan sekadar tema. Ia adalah komitmen untuk menerangi.

Dan seperti matahari dengan 32 sinarnya, kita berharap Sulawesi Tenggara benar-benar menjadi daerah yang menghadirkan cahaya keadilan, kesejahteraan, dan harapan bagi seluruh rakyatnya.

Selamat Hari Ulang Tahun ke-62 Sulawesi Tenggara. Semoga kita terus melangkah dengan arah yang jelas, inklusif, dan berpihak pada semua.

Follow WhatsApp Channel sibermedia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Nol Rupiah dari Sutami, Rp 15,2 Miliar di Stadion Muna
Kolang-Kaling, Kowala Muna, dan Jalan Panjang Menuju Kedaulatan Ekonomi Lokal
Berita ini 106 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 13:33 WIB

Sultra 62 tahun: Saatnya Pembangunan Menyinari Semua

Senin, 2 Maret 2026 - 10:03 WIB

Nol Rupiah dari Sutami, Rp 15,2 Miliar di Stadion Muna

Senin, 2 Maret 2026 - 09:08 WIB

Kolang-Kaling, Kowala Muna, dan Jalan Panjang Menuju Kedaulatan Ekonomi Lokal

Berita Terbaru

Ketua DPD PAN Muna, La Ode. H. Ringa Jhon. (Foto:Istimewa)

OPINI

Sultra 62 tahun: Saatnya Pembangunan Menyinari Semua

Minggu, 26 Apr 2026 - 13:33 WIB