SIBERMEDIA.ID, MUNA – Sebuah rumah milik penjual keliling makanan tradisional kasuami di Desa Parida, Kecamatan Lasalepa, Kabupaten Muna, dilalap si jago merah. Kebakaran diduga dipicu ledakan korek gas yang berada di dekat jendela dapur rumah tersebut. Minggu (8/3/2026).
Rumah tersebut diketahui milik pasangan La Ngkahali dan Wa Sahia (43). Peristiwa kebakaran pertama kali diketahui warga setelah melihat asap tebal yang keluar dari bagian dapur rumah.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah seorang saksi mata, Wa Runia, mengatakan saat kejadian ia bersama beberapa warga sedang duduk di depan rumah tetangga. Awalnya ia mengira asap berasal dari pembakaran rumput di belakang rumah.
“Kami sedang duduk-duduk di depan rumahnya La Hasi. Tiba-tiba terlihat asap tebal. Awalnya saya kira ada yang bakar rumput di belakang rumah, ternyata setelah dilihat rumahnya La Ngkahali sudah terbakar,” ujarnya.
Menurutnya, api dengan cepat membesar dari arah dapur dan mulai menghanguskan sejumlah perabot rumah tangga. Beruntung, warga sekitar segera berdatangan membantu memadamkan api sehingga kebakaran tidak merambat hingga ke ruang tamu rumah.
Ia menambahkan, beberapa peralatan yang biasa digunakan pemilik rumah untuk berjualan kasuami turut terbakar, termasuk mesin parut kelapa.
“Kasihan mesin parutnya ikut terbakar, padahal itu yang dipakai untuk mencari nafkah menjual kasuami,” tambahnya.
Sementara itu, Wa Sahia, pemilik rumah yang sehari-hari berjualan kasuami keliling, mengaku mengetahui kebakaran tersebut setelah diberi tahu oleh kemenakannya. Saat kejadian, ia sedang berada di rumah orang tuanya yang sakit.
“Saya baru selesai memberi makan orang tua saya. Lalu kemenakan saya, La Inal, datang memberi tahu kalau dapur rumah saya terbakar,” katanya.
Ia mengaku heran dengan sumber api tersebut, karena di lokasi yang diduga menjadi titik awal kebakaran bukan tempat memasak ataupun lokasi penyimpanan lilin maupun obat nyamuk.
“Di dekat jendela itu saya hanya menyimpan korek gas di dalam tas,” ujarnya.
Sementara itu, Kanit Intel Polsek Napabalano Aiptu Anwar, didampingi Kanit Binmas Aiptu LM Herson Hidayat, mengatakan hasil penyelidikan sementara menunjukkan dugaan sumber api berasal dari ledakan korek gas.
“Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kami menemukan pematik korek api tidak jauh dari jendela yang diduga menjadi sumber api. Sementara bagian buah korek gasnya sudah tidak ada,” ungkap Aiptu Anwar.
Akibat peristiwa tersebut, dapur rumah berukuran sekitar 4 x 6 meter mengalami kerusakan dan kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp10 juta.
Polisi mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menyimpan benda-benda yang mudah terbakar atau berpotensi meledak untuk menghindari kejadian serupa.
“Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi masyarakat agar menyimpan bahan yang mudah terbakar di tempat yang aman,” tutupnya. (Red/Man)










