SIBERMEDIA.ID, MUNA – Komunitas Wuna Kreatif menggelar kegiatan Ramadhan BerSeri Wuna Kreatif dengan mengusung tema “UMKM Muna Kreatif, BerSeri Menuju UMKM Go Global.” Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (18/3/2026) ini menjadi ruang pembelajaran dan penguatan kapasitas bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Muna.
Kegiatan tersebut mempertemukan pelaku UMKM dengan pemerintah daerah, lembaga keuangan, serta komunitas ekonomi kreatif guna membahas strategi pengembangan usaha mulai dari peningkatan kualitas produk, promosi, hingga akses pembiayaan.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Wuna Kreatif, Wa Nurkhayran, dalam sambutan pembukaannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya komunitas untuk mendorong pelaku UMKM agar lebih siap menghadapi persaingan usaha yang semakin dinamis.
“UMKM merupakan salah satu penggerak utama ekonomi daerah. Karena itu diperlukan sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, komunitas, dan seluruh pemangku kepentingan agar UMKM kita mampu berkembang, berdaya saing, dan menembus pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, melalui kegiatan tersebut para pelaku UMKM diharapkan dapat memperoleh wawasan baru terkait pengelolaan usaha, strategi pemasaran, serta peluang pengembangan produk.
“Melalui kegiatan ini kami berharap para pelaku UMKM mendapatkan motivasi serta peluang kolaborasi dalam meningkatkan kualitas produk, memperluas jaringan pemasaran, dan memanfaatkan berbagai akses pembiayaan yang tersedia,” katanya.
Wa Nurkhayran yang akrab disapa Maret menambahkan, semangat Ramadhan BerSeri diharapkan mampu menjadi energi positif bagi para pelaku usaha untuk terus berinovasi dalam mengembangkan produknya.
Menurutnya, dengan sinergi yang terbangun antara berbagai pihak, UMKM di Kabupaten Muna tidak hanya mampu berkembang di pasar lokal, tetapi juga memiliki peluang menembus pasar nasional bahkan global.
“Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas, lembaga keuangan, serta para pelaku usaha dalam membangun ekosistem ekonomi yang lebih kuat,” pungkasnya.
Dalam kegiatan tersebut hadir sejumlah narasumber dari berbagai instansi yang memberikan perspektif strategis mengenai pengembangan UMKM dari berbagai sektor.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Muna, Hajar Sosi, menegaskan bahwa pemerintah daerah terus mendorong penguatan kapasitas pelaku usaha melalui berbagai program pembinaan dan pendampingan.
“Pemerintah daerah berkomitmen mendorong UMKM agar semakin kuat dari sisi manajemen usaha, legalitas, hingga sertifikasi produk. Melalui pendampingan NIB, PIRT, halal, dan HAKI, kami ingin memastikan produk UMKM Muna memiliki standar yang siap bersaing di pasar nasional bahkan global,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya digitalisasi usaha agar pelaku UMKM dapat memperluas jangkauan pemasaran melalui marketplace dan berbagai platform digital.
Selain itu, penguatan koperasi serta komunitas UMKM juga dinilai menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Muna, LM Masrul, menilai sektor pariwisata memiliki peran strategis dalam memperluas pasar bagi produk UMKM lokal.
Menurutnya, destinasi wisata dapat menjadi etalase bagi berbagai produk lokal seperti kuliner khas dan kerajinan daerah.
“Destinasi wisata harus menjadi etalase bagi produk UMKM kita. Ketika wisatawan datang, mereka tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga membawa pulang kuliner khas dan kerajinan lokal sebagai bagian dari identitas daerah,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa berbagai event dan festival pariwisata juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana promosi untuk memperkenalkan produk UMKM kepada wisatawan.
Dari sektor industri dan perdagangan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Muna melalui Kepala Bidang Kerjasama, Pengawasan, dan Promosi Investasi Perdagangan dan Perindustrian, Zulfakar, S.E, menekankan pentingnya peningkatan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Kualitas produk, desain, dan kemasan harus terus ditingkatkan. Jika ingin masuk pasar nasional bahkan ekspor, maka standarisasi produk menjadi hal yang sangat penting,” kata Zulfakar.
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus membuka akses pasar bagi pelaku UMKM melalui berbagai kegiatan pameran, promosi dagang, serta mendorong produk lokal agar dapat masuk ke jaringan ritel modern.
Dalam forum tersebut, suara pelaku UMKM juga turut mewarnai diskusi. Salah satu pelaku usaha yang hadir, Sitti Erni, pemilik Annisa Tenun dari Desa Masalili, menyampaikan bahwa kerajinan tenun Muna memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai identitas daerah.
“Kami terus berupaya berinovasi dalam desain tanpa meninggalkan nilai kearifan lokal. Tenunan khas Muna harus menjadi identitas daerah yang mampu bersaing di pasar nasional bahkan global,” ujarnya.
Ia juga berharap adanya dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan berbagai pihak untuk memperkuat pelaku UMKM perempuan yang banyak bergerak di sektor kerajinan dan ekonomi kreatif.
“Perempuan memiliki peran penting dalam pengembangan UMKM, khususnya dalam sektor kerajinan tenunan. Karena itu pembinaan dan pendampingan harus terus dilakukan agar usaha kami semakin berkembang,” tambahnya.
Dukungan terhadap pengembangan UMKM juga datang dari sektor perbankan. Pimpinan Cabang Bank Syariah Indonesia (BSI) Muna, Mohamad Yasin, menegaskan komitmen perbankan syariah dalam memberikan akses pembiayaan bagi pelaku usaha.
“BSI hadir untuk mendukung pelaku UMKM agar dapat berkembang melalui pembiayaan syariah yang mudah diakses. Selain modal usaha, kami juga memberikan edukasi keuangan dan pendampingan agar pelaku usaha menjadi lebih bankable,” jelasnya.
Ia juga mendorong pelaku UMKM untuk memanfaatkan layanan digital banking agar pengelolaan usaha menjadi lebih efektif dan modern. (Red/No)










